- artinya: (adapun) umroh sampai dengan umroh lagi (itu) melebur apa-apa yang ada diantara keduanya (yaitu dosa), dan haji mabrur ( baik dan benar) tiada balasan kecuali surga. ( H.R Sunan Tirmidzi dari Abi Huroiroh ra, )
Saudaraku..., sesama muslim di seluruh Indonesia. Setiap hari kita - berangan-angan bagaimana agar menjadi orang yang sukses. Dan setiap hari pula kita sibuk berfikir dan bekerja keras agar menjadi orang sukses. Akan tetapi, pernahkah kita benar-benar merencanakan sukses yang bagaimana yang kita inginkan itu..?
Sebagian dari kita ingin sukses di sekolah, di kampus, di kantor pemerintahan, jadi pegawai negeri, jadi pejabat tinggi, Menteri, Bupati, Gubernur, Direktur, DPR dan lain sebagainya. Sebagian lagi ingin sukses dalam berbagai bisnis, bisnis perusahaan, pertokoan, perhotelan, berkebunan dan sebagainya. Intinya kita semua berlomba-lomba ingin sukses dalam kehidupan di dunia. Tetapi yang menjadi masalah sukses di dunia ini hanyalah sementara saudaraku, sedangkan sukses yang sesungguhnya adalah sukses di akhirat nanti, yang akan berlangsung abadi dan selama-lamanya. Janganlah dalam upaya kita mengejar sukses dunia, sampai melupakan tujuan kita sukses di akhirat
Kalau kita sukses dan berhasil mengumpulkan kekayaan Rp.5 milyar, Rp.100 milyar atau sampai trilyun umpamanya, paling banter kekayaan itu hanya bisa di nikmati sepanjang usia kita, mungkin 60 th, atau 100 th, setelah wafat kita tidak lagi dapat menikmatinya.
Tapi kalau kita mencapai sukses akhirat, yakni kita berhasil mengumpulkan bekal taqwa, banyak ibadah, banyak amal sholeh dan berakhlak mulia, balasannya adalah surga. Maka kebahagiaan itu bisa kita nikmati bukan hanya 60 th atau 100 juta tahun, tetapi kebahagiaan itu akan bisa kita nikmati selama-lamanya...abadi.
Banyak ibadah, banyak 'amal shaleh dan berupaya keras mengejar sukses akhirat, demikian itulah perilaku para rosul, para nabi, para ulama, para shalihin dan orang-orang islam pada umumnya. Namun jika mungkin selama ini kita belum pernah serius memikirkannya. Ambilah hari ini sebagai "titik balik" kemana kita arahkan kehidupan kita, kerja keras kita, potensi diri dan gerak hati kita. Untuk ber'ibadah dan mengabdi kepada Allah Azza Wa Jalla. Apa sech tujuan hidup kita..? Tentunya kita ingin sukses "bahagia di dunia dan bahagia pula di akhirat".






0 komentar:
Posting Komentar